wp-1485255082733.jpg

Sebagai orang film, Rano Karno mengakui bila dirinya sempat menjadi pecandu kopi. Dalam kunjungannya ke kantor TEMPO di Palmerah Barat, Jakarta Selatan di acara Ngopi di kantor pada Selasa, 23 Januarui 2016, Rano menuturkan.

“Saya baru paham di sini (acara Ngopi di kantor) kalau minum kopi yang benar ya tanpa gula. Dulu-dulu sewaktu masih di film saya ngopi sehari bisa sampai lima hingga tujuh kali dalam sehari. Nulis skenario ngopi dan rokok,” kata Rano panjang lebar.

Gubernur Banten ini mengakui seiring usia dan faktor kesehatan ia mulai mengurangi kopi. Kini dalam sehari hanya minum kopi dua kali saja pagi dan siang.

“Saya kalau mau dibilang ya pecinta kopi, tetapi kopinya saset atau kemasan, bukan kopi yang segar digiling. Nah, sekarang baru paham dari sini (Ngopi di kantor) kalau ngopi yang benar yang melalui proses penggilingan bukan gunting buka saset atau kemasan,” ujarnya.

Pria kelahiran Jakarta, 8 Oktober 1960 berterus terang suka kopi karena hidupnya besar di dunia film. Menurutnya ngopi merupakan bagian yang tidak terpisahkan atau gaya hidupnya orang film ya dengan ngopi. 

“Orang film kan cuma dua ngopi dan merokok. Dengan sepaket itu bisa hidup dan berkarya ha ha ha,” ujarnya terbahak.

Dulu sewaktu masih jadi pecandu kopi, Rano sering minum kopi Bali, namun sejak krisis moneter kopi ini sulit lagi ditemui ia beralih rutin minum kopi sasetan.”Eh sekarang saya baru tahu, kalau kopi ini kandungan kopinya hanya 40 persen saja.”

Rano juga menceritakan kini, belakangan Rano sejak mengalami sakit pernafasan atau ispa beberapa waktu lalu, Rano sudah tidak lagi merokok. “Saya bersyukur kembali sehat dan sekarang memilih hidup sehat. Enggak lagi merokok tapi imbasnya ke makan.”

Siang itu, Rano tampak lahap menyantap semangkok bakso yang disajikan TEMPO. “Saya langsung lapar, begitu sampai di sini saya senang dan langsung melahap bakso yang tersaji ditambah secangkir kopi nikmat,” ujarnya mengacungkan jempol.

Siang itu, Rano didaulat untuk menjadi barista kopi di TEMPO. Dengan gaya ramah dan bersahaja, Rano tampak cekatan dan menikmati tugasnya meracik kopi dan kemudian menyuguhkan kepada para karyawan TEMPO yang menyaksikan acara ini. Sambil bercanda ia berujar, “Ini silahkan dicicipi kopi Jawara ha ha ha,” katanya akrab sambil bercanda.

HADRIANI P.

Sumber

  1. “Hati Nurani Berkata”

    Berawal dari moment pilkada serentak di sebagian daerah di indonesia dan salah satunya di provinsi banten.provinsi tempat saya di lahirkan,tepatnya di kampung pasir kondang,desa panyabrangan kec cikeusal kabupaten serang,akhirnya saya sampai ke website ini.

    Setelah sebelumnya saya menunggu nunggu siapa saja calon gubernur dan wakil gubernur provinsi banten,akhirnya terjawab sudah setelah KPUD provinsi banten mengumumkan dua pasangan calon gubernur dan wakilnya yang akan bertarung merebutkan kursi banten satu pada tanggal 15 februari 2017 dan kedua pasangan calon itu adalah Bpk Wahidin Halim berpasangan dengan Bpk Andika Hajrumy (No 1) Sedangkan pasangan satunya yaitu Bpk Rano Karno dan Bpk Embay Mulya Syarif (No 2)

    Setelah menimang nimang siapa calon gubernur dan wakil gubernur yang akan saya pilih nanti agar supaya provinsi banten lebih maju lagi,tidak ada korupsi,rasa keadilan merata,hukum di tegakan,Akhirnya hati nurani saya mengatakan Bapaklah (Rano Karno) salah satu calon yang saya percaya untuk memimpin banten lima tahun kedepan.

    Saya Hanyalah rakyat kecil yang putus sekolah akibat biaya pendidikan yang tinggi,saya hanya rakyat awam yang sedikit belajar politik,saya hanya seorang profesional yang banyak belajar dari otodidak,Tapi saya ingin banten ini tidak seperti masa masa kecil yang saya lewati,saya ingin banten ini maju,baik dari segi pendidikan,ekonomi,dan lapangan pekerjaan banyak.

    Dengan sedikit meneteskan air mata akhirnya saya menulis disini,saya ingin bapak menang pada pilkada nanti,saya ingin banten di pimpin bapak pada lima tahun kedepan.

    Mudah mudahan do’a dari orang kecil seperti saya di kabulkan oleh Allah SWT.

    Dan semoga rakyat banten bisa memilih secara rasional calon pemimpin yang akan dia pilih,tidak memilih calon pemimpin hanya dengan di kasih uang 20.000 atau besarnya 50.000.

    Tapi terlebih dari itu saya akan berusaha semampu saya untuk memberikan pendidikan politik yang bersih tanpa money politik yang jelas tidak akan membawa bangsa ini lebih maju lagi.

    Sebagai penutup saya mohon maaf apabila kalimat di atas ada yang kurang berkenan.

    Maju terus Bang Doel kami akan selalu mendukungmu.
    No 2 Pasti Menang

Leave a Reply

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes:

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>