wp-1474113922429.jpeg

​Pagi hari tadi, tepat pukul 10 WIB, Gubernur Banten Rano Karno hadir sebagai keynote speaker dalam simposium bertajuk Para Pembongkar Kejahatan Kolonial: Dari Multatuli Hingga Sukarno.

Bertempat di Museum Nasional, Gubernur Rano mengulas secara mendalam peran banyak pihak dalam melakukan perlawanan terhadap kejahatanan kolonialisme yang berlangsung selama beberapa abad di tanah air.

Multatuli menjadi catatan tersendiri bagi Rano Karno. Ia menyebut, “Multatuli mengajarkan kepada kita, bahwa pembelaan terhadap kemanusiaan adalah sebuah sikap dasar yang muncul dari akal sehat dan nurani yang waras.

Multatuli, sebagai seorang Belanda, justru mengambil inisiatif terdepan untuk menyuarakan kegelisahan dan protesnya terhadap despotisme dan kelaliman yang dilakukan oleh penguasa lokal ketika itu yang direstui oleh Pemerintah Hindia Belanda.

Rano Karno juga menegaskan, perjuangan melawan kezaliman tidak memandang asal dan latar belakang. Karena itu, sentimen primordial tidak pernah mendapat tempat di Banten. Dengan kata lain, sentimen primordialisme adalah sikap oportunistik yang memunggungi dan mengkhianati sejarah Banten.

Gubernur Rano Karno kembali menegaskan, tantangan kita di hari ini memastikan kemiskinan bisa ditekan di Banten. Sebagai wilayah yang kosmopolismenya mendahului Batavia di waktu lalu, hari ini harus bekerja keras mengejar sejumlah ketertinggalan pembangunan.

Baginya, sebagai salah satu wilayah penyangga ibu kota, Banten berhak dan bisa meningkatkan kualitas hidup masyarakatnya lebih baik lagi ke depan.

Leave a Reply

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes:

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>