Rano

Ketika semua orang meributkan siapa pasangan yang cocok mendampingi Rano Karno di Pilkada Banten 2017, redaksi koranrumahdunia.com mendapat undangan untuk mewawancarainya. Percakapan dimulai dengan segelas kopi. RK hanya mengenakan kaos oblong putih dan segar sehabis mandi. Kalimat pertama yang keluar dari RK sangat mengagetkan, “Saya ingin orang Banten nanti menziarahi makam saya.”

Orang-orang mengenal Rano Karno (RK) sebagai seorang seniman. Mereka tidak sadar, bahwa untuk menjadi seorang seniman harus banyak membaca buku. RK tidak sekadar seniman, tapi juga produser dan sutradara. Dua profesi itu membutuhkan ilmu menejemen yang baik. RK mempelajarinya di San Fransisco, Amerika Serikat. Film-film yang disutradarai RK mendapat pujian. Terutama sinetron berlatar budayanya, yaitu “Si Doel Anak Sekolahan”.

“Di dunia nyata, saya tidak sebagai ‘Si Doel’ belum banyak yang tahu. Berapa saudara sekandung saya. Dimana saya lahir.  Pernikahan pertama saya dengan jagoan ping pong, Nani Suwanto dan Dewi Indriati – istri saya sekarang. Kedua anak angkat saya; Raka dan Deanty. Sekolah saya. Apalagi masa kecil dan masa muda saya. Bahkan prestasi “Piala Citra” dan saya sebagai “Duta UNICEF” , banyak yang tidak tahu,” RK meletakkan cangkir kopinya di meja.

RK menyadari itu semua, bahwa sebagai Gubernur Banten definitif sejak Agustus 2015 hingga Januari 2017, tidak akan punya waktu banyak untuk membangun Banten. “Saya ingin sekali berbuat banyak untuk memperbaiki  Banten, tentu bersama seluruh elemen masyarakat Banten. Cuma tinggal beberapa bulan lagi nih, gue punya kekuasaan,” RK memberi tahu.

Jarak Banten ke Jakarta cuma sejam, tapi malah tertinggal jauh dengan kota-kota lain yang jaraknya butuh sehari-semalam. “Saya suka greget, masak sih Banten nggak bisa maju?  Bahkan Pak Jokowi saja bilang gitu sama saya. Jujur saja, hanya satu keinginan saya sekarang. Saat saya meninggal nanti, orang Banten menziarahi makam saya. Kenapa? Saya ingin berbuat sesuatu, agar Banten maju.”

RK mengingatkan, kalau Provinsi Banten ingin maju, dengan situasi politik lokal seperti sekarang, harus nge-klik dengan pusat. “Sejak Pak Jokowi jadi Presiden RI, sudah 13 kali datang ke Banten. Saya mengenal Pak Jokowi, Presiden Indonesia 2014 – 2019, sejak beliau jadi Walikota Solo. Kami bersahabat. Dengan begitu, sebagai gubernur Banten jadi lebih mudah bagi saya melobi Pak Jokowi untuk urusan-urusan penting di Banten. Saat peresminan Banten Selatan sebagai Kawasan Ekonomi Khusus, Tanjung Lesung dan Taman Nasional Ujung Kulon pada 23 Februari 2015, saya melobi ke Pak Jokowi agar lebih banyak proyek APBN digelontorkan ke Banten. Saat itu gue belon secara definitive dilantik jadi Gubernur Banten, lho.”

Tidak bisa dipungkiri, Banten sekarang nge-klik dengan Jakarta. Pada 30 Juni 2016, Jokowi datang ke Banten, safari ramadhan membagikan sembako di Kasemen, Kota Serang. Begitu juga saat Iedul Adha 12-13 September, Jokowi berkurban di Lebak. Kata RK, “Masyarakat Banten secara luas ngerasain banget manfaat kedatangan Pak Jokowi. Buktinya tahun 2016 ini udah 12 proyek APBN mengucur ke Banten. Alhamdulillah pada 28 Juni 2016, saya menandatangani penetapan lokasi pembangunan jalan tol Serang ke Panimbang sepanjang 83 kilometer. Banten ada di urutan pertama lho untuk pembangunan jalan tol nasional. Pak Jokowi meminta, agar tahun 2018 jalan tol ini selesai.”

Bisa kita bayangkan dampaknya bagi dua kabupaten yang selama ini tertinggal, Pandeglang dan Lebak. Rakyat Banten di kedua kabupaten itu sudah menunggu jalan tol selama 24 tahun. “Ntar kalau ke Jakarta nih, mereka udah nggak usah pusing-pusing lagi, deh. Gue denger nih, sekarang dari Banten Selatan mulai Bayah, Malimping, Saketi kalau ke Serang, orang-orang udah pada bisa tidur di mobil. Jalannya udah mulus. Kalau dulu, tahu sendiri, kayak goyang dombret. Ini juga berkat koordinasi bantuan semua warga Banten Selatan, sehingga persoalan pembebasan tanah selesai.”

Selain itu, untuk menguatkan infrastruktur transportasi di Banten, tiga jalur kereta api di Provinsi Banten akan diaktifkan lagi oleh pemerintah pusat, yaitu Rangkasbitung-Labuan, Cilegon-Labuan, dan Saketi-Malingping.  “Tunggu saja. Kita berdoa. Sekarang sedang diupayakan pembebasan lahannya, karena banyak rumah penduduk dibangun di rel kereta,” RK meminta pengertian. “Saya ngerti ini pekerjaan berat. Setahun jadi gubernur, pastilah kagak banyak yang bisa gue lakuin. Gue manusia, banyak kekurangan. Tapi, waktu setahun akan saya pergunakan sebaik-baiknya untuk membangun Banten. Saya ingin orang-orang nanti memahami, bahwa saya bisa dan mampu jadi Gubernur Banten. Tentu hal ini bisa tercapai dengan cara bekerjasama”

Sumber

Leave a Reply

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes:

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>