640x400_gubernur_rano_

Gubernur Banten Rano Karno yang juga calon petahana di Pilkada Banten 2017 bicara mengenai pelayanan oleh pemrov kepada masyarakat Banten.

Menurut Rano, selama ini pelayanan di Banten memang kurang terfokus. Apalagi terkait dengan infrastruktur, pendidikan dan kesehatan.

Di Banten, menurut Rano, pembangunan infrastruktur jalan mesti dibuat dengan program multiyears. Dalam RPJMD 2012-2017 yang ia buat bersama gubernur lama saja, proyek infrastruktur sudah terbangun 80% terkait dengan pembangunan jalan provinsi. Sisa 20 persen pembangunan, menurut Rano, itu harus dikejar. Baik oleh dirinya ketika terpilih kembali, atau oleh gubernur setelahnya.

“Pelayanan dasar di sini memang agak kurang fokus, ini kembali lagi kepada kemampuan APBD,” ujar Rano kepada wartawan di Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B) Pendopo Gubernur Jl. Syekh Nawawi Albantani, Kota Serang, Kamis (13/10/2016).

Selain infrastruktur, hal utama lain yang mesti menjadi perhatian ke depan menurut Rano adalah kesehatan masyarakat Banten. Di Banten, baru ada 2 rumah sakit rujukan yaitu di Serang dan Tanggerang. Padahal, populasi di Banten semakin hari semakin bertambah. Kebijakan pembangunan Puskesmas, menurutnya ada di kabupaten dan kota. Sebaiknya pemerintah di bawah provinsi memperbanyak Puskesmas yang memiliki rawat inap.

Yang menjadi kendala lain menurut Rano, di Banten tidak seperti di Jakarta yang gubernurnya bisa memecat Wali Kota. Di Banten, Pilkada dilakukan sendiri-sendiri dan mereka memiliki kebijakan masing-masing. Dan Pemprov menurutnya mendukung kebijakan setiap kota dan kabupaten.

“Semua unsur di Banten ini lebih mengumpul di Tanggerang Raya, Rumah Sakit di sana banyak, guru banyak, tempat lain, RS-nya sedikit, doktor nggak ada yang mau di Malingping, guru nggak mau disebar. Besok SMA, SMK nggak mau disebar bisa diberhentiin gubernur,” ujar Rano Karno.

Kendala-kendala itulah yang menurut Rano ke depan harus diperbaiki di provinsi Banten. Apalagi, Banten memiliki 4 kabupaten dan 4 kotamadya. Oleh sebab itu, menurutnya, selama ia menjabat, kegiatan tidak hanya fokus di wilayah pusat provinsi saja. Namun, ia melakukan kegiatan provinsi di kabupaten dan kotamadya agar terjadi koordinasi antara provinsi dan Pemda di bawahnya.

Sumber

Leave a Reply

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes:

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>