Gubernur Banten Rano Karno

Gubernur Banten Rano Karno mengungkapkan,  sebagaimana tradisi yang selalu dilakukan, bahwa momentum peringatan hari ulang tahun saatnya untuk ber-muhasabah dan introspeksi atas hasil-hasil kinerja yang telah telah  laksanakan.

Menurutnya evaluasi dan introspeksi diperlukan sebagai bahan koreksi atau perbaikan perjalanan Banten kedepan, yang difokuskan untuk mendorong peningkatan kesejahteraan rakyat, peningkatan pelayanan umum dan peningkatan daya saing daerah.

“Kita patut bersyukur, pembangunan yang telah kita laksanakan bersama seluruh komponen masyarakat dan pemerintah kabupaten /kota, selama kurun waktu 16 tahun, secara umum menunjukkan tingkat kemajuan yang telah berhasil kita capai,” kata Rano. Rabu (4/10/2016).

Rano menyebutkan, Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari tahun ketahun terus meningkat secara signifikan dimana pada tahun 2001 PAD Banten hanya sebesar Rp.212,39 milyar dan APBD hanya sebesar Rp.490.36 milyar, tetapi hingga pada perubahan APBD tahun anggaran 2016 yang telah disetujui, PAD Banten telah meningkat menjadi Rp.5,33 triliyun dan APBD sebesar Rp.9,30 trilyun.

“Hal ini menunjukan di Provinsi anten telah mengalami peningkatan laju pertumbuhan ekonomi dan rasio kemandirian fiscal daerah,” ujarnya.

Sejalan dengan peningkatan APBD, kata Rano kemampuan untuk peningkatan pelayanan masyarakat akan semakin membaik, termasuk kemajuan di bidang pendidikan, kesehatan, sosial-budaya, ekonomi, politik, infrastruktur wilayah dan kawasan, pengelolaan sumber daya alam dan lingkungan hidup serta reformasi birokrasi.

“Hal ini ditunjukkan dengan peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Banten dengan menggunakan metode baru yang pada tahun 2010 sebesar 67,54 meningkat menjadi 70,27 pada tahun 2015, dan secara nasional dari urutan ke – 23 sekarang menempati urutan ke – 8 berada diatas IPM nasional sebesar 69,55,” ungkapnya.

Sementara Laju Pertumbuhan Ekonomi (LPE), menurut Gubernur, meskipun mengalami fluktuatif, tetapi secara progresif  telah tumbuh dari 5,07 persen pada tahun 2003 menjadi 5,16 persen pada trwilulan II tahun 2016.

Sementara Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku pada tahun 2001 sebesar Rp. 50,215  triliun tumbuh menjadi Rp. 477,93 triliun pada tahun 2016. Prosentase penduduk miskin yang semakin menurun dari 9.22 persen pada tahun 2002 menjadi 5,42  persen pada Maret tahun 2016.

Tingkat penganggguran mengalami penurunan dari 17,45 persen pada tahun 2003 menjadi 9,55 persen tahun 2015 dan menurun menjadi 7,95 persen pada februari tahun 2016.

Pemprov Banten lanjut Rano, terus berupaya melakukan reformasi birokrasi menuju Good Governance dengan melakukan berbagai upaya, antara lain melalui integritas penyusunan aksi daerah dalam pencegahan dan pemberantasan korupsi antara Provinsi Banten dengan Kabupaten dan Kota se-banten sebagaimana Intruksi Presiden no 2 tahun 2014 tentang aksi pencegahan dan pemberantasan korupsi.

Pemprov Banten bekerja sama dengan KPK juga sedang melaksanakan rencana aksi pencegahan pemberantasan korupsi secara terintegrasi dimana tahapan-tahapan pelaksanaan dan kemajuannya selalu dipantau dan dilaporkan kepada KPK.

“Berkat usaha inilah, pada tahun 2016 ini Pemprov Banten berhasil meningkatkan opini BPK terhadap laporan keuangan pemerintah daerah menjadi WDP setelah dua tahun sebelumnya tidak memberikan pendapat. Saat ini Pemprov Banten juga telah berhasil menerapkan akuntansi berbasis akrual penuh sesuai standar akuntansi pemerintahan.  Prestasi yang terakhir diraih Banten yaitu pada sektor infrastruktur, dan tidak kalah penting Banten sukses menjadi juara umum MTQ Tingkat Nasional,” lanjutnya.

“Keberhasilan ini harus terus kita pacu untuk bisa lebih meningkat dan lebih baik pada masa yang akan datang. Kami juga menyadari, disamping berbagai keberhasilan dan kemajuan pembangunan, tentunya masih belum sepenuhnya dapat memenuhi semua harapan masyarakat. Masih ada hal yang perlu disempurnakan baik dari sisi regulasi reformasi birokrasi, kebijakan penganggaran, program maupun kegiatan. Namun kami yakin dengan semangat kebersamaan semua itu dapat diselesaikan secara bertahap,” imbuhnya.

Sumber

Leave a Reply

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes:

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>