072825800_1473754479-20160913-syekh_nawawi-al_bantani-serang

Pena sejarah mencatat Banten banyak melahirkan sejumlah ulama besar. Satu di antaranya Syekh Nawawi al-Bantani yang pernah menjadi Imam Besar Masjidil Haram di kota suci Mekah, Arab Saudi.

Syekh Nawawi menggantikan Syekh Achmad Khotib al-Syambasi yang menjadi Imam Besar Masjidil Haram pada 1802-1872. Bahkan, menurut kepercayaan orang Banten, kini keturunan sang ulama masih dianggap spesial oleh penguasa Kerajaan Arab Saudi.

Hanya saja, kebesaran nama Syekh Nawawi al-Bantani butuh ‘pengakuan’ dari pemerintah. Sebab, minimnya peninggalan dan catatan sejarah sang ulama kharismatik di tanah kelahirannya, Banten.

“Supaya ke depan, kita punya Festival Al-Bantani. Kalau saya diberi kesempatan, maka saya ingin membangun Museum Al-Bantani,” ucap Gubernur Banten Rano Karno, saat ditemui di Kota Serang, Selasa (13/9/2016).

Menurut Rano, saat Kerajaan Arab Saudi hendak memindahkan makam sang ulama ke lokasi lain, jenazah Syekh Nawawi masih utuh. Alhasil, makam Imam Besar Masjidil Haram tersebut urung dipindahkan.

Selain itu, Rano menginginkan pemikiran dan ilmu Syekh Nawawi harus tetap lestari di Tanah Seribu Kiai Sejuta Santri. “Saya sudah minta bantuan teman-teman saya mencari 12 buku Al-Bantani di Arab Saudi, baru ketemu tujuh buku,” ujar sang gubernur.

Berdasarkan catatan sejarah, Syekh Nawawi itu lahir dengan nama Abu Abdul Mu’ti Muhammad Nawawi bin Umar bin ‘Arabi. Lalu setelah mendalami agama Islam di Mekah, berganti nama menjadi Syekh Muhammad Nawawi al-Jawi al-Bantani. Sang ulama lahir di Tanara, Kabupaten Serang pada 1230 Hijriah atau 1813 Masehi dan meninggal dunia di Mekah pada 1314 H/1897 M.

Hasilkan 115 Kitab

Syekh Nawawi adalah seorang ulama dan intelektual yang sangat produktif menulis kitab. Meliputi bidang fikih, tauhid, tasawuf, tafsir, dan hadis. Jumlah karyanya mencapai tidak kurang dari 115 kitab.

Lantaran kemasyhurannya, Syekh Nawawi al-Bantani dijuluki Sayyid Ulama al-Hijaz (pemimpin ulama Hijaz), Al-Imam al-Muhaqqiq wa al-Fahhamah al-Mudaqqiq (Imam yang mumpuni ilmunya), A’yan Ulama al-Qarn al-Ram Asyar li al-Hijrah (tokoh ulama abad 14 H), Imam Ulama al-Haramain (Imam ulama dua kota suci).

Syekh Nawawi sang ulama kharismatik ini bernasab kepada keturunan Maulana Hasanuddin, putra Sunan Gunung Jati, Cirebon. Keturunan ke-12 dari Sultan Banten. Nasabnya melalui jalur ini sampai kepada Nabi Muhammad SAW.

Sumber

Leave a Reply

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes:

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>