Di perjalanan Rangkasbitung – Serang melewati Petir, Minggu 18/9/2016, wartawan www.koranrumahdunia.com bercakap-cakap dengan Ajat Sudrajat, supir angkutan kota. dimulai dengan mobil angkot milik boss, setoran Rp. 70 ribu/hari, hingga tiba-tiba ke persoalan bertemu dengan sang idola. “Pada ‘Hari Anak’, saya diajak Kang Ugas, Ketua KPJ Rangkas. Kata Kang Ugas, kita diundang Gubernur Banten menghibur anak-anak kecil,” wajah Ajat berbinar bahagia. Awalnya Ajat tidak percaya ketika namanya termasuk di antara 6 orang KPJ yang berangkat ke Serang mengisi “Hari Anak Nasional”, Juli lalu. “Saya tidak bisa berkata apa-apa, ktika Si Doel yang biasa saya lihat di TV, tiba-tiba ada di depan saya. Saya salaman. Saya cium tangan Si Doel.”

Ajat lahir di Rangkas tahun 1984. Ketika di SMP, dia bergabung di KPJ. Satu hari, bulan Juli, KPJ rapat. Dia tidak percaya ketika Ugas menunjukkan surat undangan dari gubernur. “KPJ diundang megnisi acara. Menyanyi menghibur anak-anak,” kata Ugas waktu itu.

Ketika ramah-tamah, Ajat kaget. “Bang Rano sudah di depan saya. Pundak saya ditepuk-tepuk. Saat salaman, saya cium tangannya. Sya anggap Bang Rano orang tua sendiri. Saya tidak bisa ngomong apa-apa. Saya bbahagia. Saya bangga bisa bersalaman dengan Bang Rano.”

Menurut Ajat, Rano Karno sangat menerhatikan kesenian. “Baru kali ini KPJ diundang resmi oleh gubernur,” ceritanya bahagia. “Dia sangat sederhana. Padahal dia artis. Sama orang kecil seperti saya, dia baik.”

Sumber

Leave a Reply

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes:

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>