Dedication of Life Rano Karno

Dedication of Life Rano Karno

Sebuah Catatan tentang Pengabdian

“Tanpa jiwa pengabdian ini saya bukan apa-apa. Akan tetapi dengan jiwa pengabdian ini saya merasa hidupku bahagia dan membawa manfaat.” ( Dedication of Life – Sukarno )

Dada bergemuruh ketika saya tiba di dua bait akhir—ketika diamanahi membacakan Dedication of Life yang ditulis Presiden Sukarno pada 10 September 1966. Bertepatan dengan ulang tahun PDI Perjuangan ke-44 di hadapan para pimpinan lembaga tinggi negara, genap 5 tahun saya mempersembahkan darma untuk Banten. Saya memang tidaklah seberapa dibandingkan capaian gemilang yang telah dicapai Putera Sang Fajar Sukarno yang telah memproklamasikan kemerdekaan bangsa, membanggakan Indonesia dengan gelora senayan dan kemegahan Monas di pusat Ibukota. Tapi sejak semula saya telah berikrar mewakafkan diri saya demi kesejahteraan bangsa, rakyat Banten tercinta.

Fakta yang dilengkapi oleh seunggun data sedikitnya mewakili ikhtiar keras yang bersama-sama telah dilakukan. “ Si Doel” sudah bekerja, sedang bekerja, dan akan terus bekerja bagi Banten. Bila akibat persoalan di masa lalu Banten menyandang citra yang tak terlalu menggembirakan, opini keuangan Banten sudah bergeser menjadi WDP. KPK-pun sudah kita minta berkantor di KP3B (Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten). Bila disebut derajat kesejahteraan Banten menurun, marilah kita berkaca pada angka yang disajikan oleh BPS Banten. Alhamdulillah, di penghujung masa jabatan September 2016 kemiskinan menurun pada angka 5,36% dengan jumlah penduduk yang hidup di bawah garis kemiskinan sebanyak 657 ribu jiwa mengantarkan Banten sebagai Provinsi dengan presentase kemiskinan terendah/terkecil ke-5 se-Indonesia. Tingkat pengangguran terbuka Banten pernah mencapai angka 19% pada tahun 2006. Tapi Alhamdulillah—meskipun masih terhitung tinggi—karena memiliki magnet investasi, usaha, dan industri, sepuluh tahun kemudian tingkat pengangguran terbuka Banten sepanjang 2016 ini mencatat rekor terendah sepanjang Banten berdiri. Pada Maret 2016 mencapai angka 7,95% dan September 8,92% atau turun 10%.

Hal ini tak lepas dengan rekor yang ditorehkan oleh penanaman modal Banten, di mana pada tahun 2015 telah mencapai lebih Rp 45 trilyun dan memuncak pada tahun 2016 yang pada laporan triwulan III mencapai Rp 42,5 Trilyun atau 85% dari target nasional dan 301,42% dari target yang telah ditetapkan dalam RPJMD. Prestasi ini telah mengantarkan Banten sebagai daerah tujuan investasi ke-3 terbesar se-Indonesia. Setelah selama ini impor Banten selalu lebih tinggi di bandingkan ekspor, pada tahun 2016 Banten mencatatkan surplus perdagangan sebesar US$ 0,49 juta.

Pertumbuhan Ekonomipun menunjukkan konsistensi di atas rata-rata nasional dan pulau jawa. Apakah ini merata? Tingkat inflasi yang pernah mencapai 10,2% pada tahun 2014, mencapai rekor terendah bagi Banten pada tahun 2016 yaitu hanya 2,94%. Gini rasio Banten yang sempat melebihi 0,4 sepanjang 2012-2014, pada 2015-2016 kembali turun ke angka 0,38. Bahkan ekspos BPS menunjukkan bahwa Banten memiliki tingkat pertumbuhan ekonomi inklusif (pertumbuhan ekonomi yang berpihak pada kaum dhuafa) terbaik se Indonesia. Di lihat dari kacamata IPM, pada rilis terakhir menaikkan posisi Banten sebagai daerah berkategori IPM tinggi 70,27—hingga mengantarkan Banten sebagai provinsi berperingkat IPM terbaik ke-8 se-Indonesia.

Meski demikian, sejumlah kasus gizi buruk, anak manusia yang dipasung, kaum dhuafa yang terpinggirkan masih bisa ditemukan di sejumlah wilayah di Banten. Dengan segala upaya kita tangani dengan subisi iuran BPJS melalui Jamkesda, bantuan tunai melalui Jamsosratu, subsidi beras untuk keluarga sejahtera (rastra), pemanfaatan dana tak terduga untuk kejadian luar biasa dan dukungan Kartu Indonesia Pintar dan Kartu Indonesia Sehat, serta penanganan kemiskinan by name by address berbasiskan data TNP2K.

Rano Karno membacakan Dedication of LifeTidaklah pantas Banten tidak sejahtera, karena menurut ekonom kebanggaan kita Prof. Dorodjatun Kuntjoro Djakti, Banten memiliki modal sejarah. Di Banten bertempat kerajaan tertua di Indonesia (Salakanagara) dengan armada laut yang pernah mencapai eropa, kekuasaan yang pernah meliputi Banten, Jakarta, Lampung, dan Bogor. Teluk Banten adalah pelabuhan terbesar pada zamannya dengan corak kosmopolismenya yang jauh mendahului Batavia. Banten memiliki surplus tenaga produktif sampai 2050 dan secara geografis Banten adalah jangkar pulau Jawa, Gerbang Barat Indonesia, diapit Selat Sunda sebagai ALKI 1, dan berpotensi sebagai kekuatan utama Poros Samudera Indonesia.

Namun, sebagian paras Banten adalah paras yang mengisahkan disparitas—antara wilayah utara dan wilayah selatan. Antara poros jalan tol Tangerang-Merak dengan poros Panimbang-Bayah. Maka yang kami lakukan adalah “separuh memaksa” pemerintah pusat memperbaiki jalan nasional Anyer-Bayah. Selain itu, dengan kekuatan APBD terbatas melibatkan BUMN berkelas, kami berkeras memperbaiki ruas Saketi-Malingping, betonisasi ruas Palima-Pasar Teneng, pelebaran Pakupatan-Palima, melebarkan Jalan Hasyim Asyari, Muncul-Otista serta Citeras-Tigaraksa—selain secara regular menangani jalan dan jembatan yang berada dalam kewenangan provinsi. Ratusan milyaran juga kami gelontorkan melalui dana bantuan Provinsi bagi kabupaten/kota untuk memperbaiki ruas jalan kabupaten/kota sehingga, alhamdulillah, pada akhir jabatan kami ruas jalan provinsi yang rusak kini tinggal tersisa 19.8% dari total panjang 756,47 km. Cukuplah wajah sumringah warga yang menikmati hajat di jalan provinsi menjadi penghibur kerja keras yang telah diupayakan.

Keberpihakan pada petanipun tidak kita abaikan. Kita bahu membahu dengan pemerintah pusat, kabupaten/kota, tentara, dan komunitas, melalui perbaikin sarana prasarana, irigasi, dan fasilitasi asuransi bagi petani. Produksi gabah kering giling Banten pada tahun 2016 mencapai rekor tertinggi yaitu 2,35 juta ton. Wajah relijius Bantenpun kini kian tersemai dengan keberhasilan Banten meraih Juara Umum MTQ 2016 di NTB serta kesuksesan di ajang Pospenas di Banten.

Upaya untuk mengatasi ketimpangan juga kami tempuh melalui kemitraan harmonis dengan pemerintah Jokowi-JK melalui proyek strategis nasional yang ada di Banten. Kami berikhtiar sampai tahun 2022 motor vibrasi ekonomi Banten tengah melalui jalan tol Serang-Panimbang tuntas terbangun untuk menghadirkan sentra industri kecil agro pada setiap interchange yang dilalui; tol Serpong-Balaraja bisa segera diselesaikan agar bisa menghadirkan sentra industri kreatif pada setiap interchange-nya; TPST regional terbangun di tangerang agar tidak lagi menyisakan keluhan sampah warga tangerang; Bendungan Karian dan Sindangheula bisa dituntaskan hingga tidak lagi menyisakan kekurangan air khususnya bagi industri sehingga bisa meningkatkan daya saing industri Banten; KEK Tanjung Lesung dengan Bandar Udara terbangun supaya bisa menjadi motor ekonomi wisata Banten; terminal LPG Banten tuntas demi mengurangi horor ketergantungan impor Banten untuk bahan baku industri petrokimia; serta infrastruktur pengangkutan massal perlahan dikembangkan seperti reaktivasi jalur kereta api Rangkasbitung-Labuan dan Saketi-Bayah terwujud sehingga akan mengurai kemacetan yang sebelumnya dirasakan.

Demi pemberdayaan ekonomi masyarakat, dengan kekuatan UU No 3 tahun 2014 kami akan bermitra dengan Kawasan Industri untuk mengalokasikan 2% dari luas lahannya untuk Sentra Industri Kecil dengan didorong penciptaan ribuan wirausaha muda kreatif. Setelah kewenangan pesisir ada di tangan Provinsi (UU No 23 tahun 2014), maka pengembangan sabuk maritimpun akan dioptimalkan dengan sinergi pembangunan minapolitan, pembangunan pelabuhan regional perikanan modern Pontang dan Labuan, serta usaha-usaha maritim seperti galangan kapal, pengolahan ikan, rumput laut dan wisata air pada 517,42 km panjang pantai Banten. SDM unggulpun akan kami kembangkan dengan kewenangan pendidikan menengah di tangan kami melalui pengembangan akademi komunitas, SMK yang terintegrasi dengan dunia kerja, SMU inklusif dan unggul, serta BLKI Provinsi yang modern dan antisipatif terhadap perkembangan dunia usaha. Menggandeng akademisi dan lembaga penelitan, dunia usaha dan komunitas—terlebih banyak kampus dan akademisi unggul, Banten harus terdepan mengembangkan bioteknologi pada dunia pertanian, teknologi informasi pada dunia industri dan pemerintahan, serta nanoteknologi dalam dunia kedokteran dan industri. Sehingga Banten akan dikenal sebagai daerah berperadaban modern tanpa melupakan akar-akar kearifan lokal.

Tidak ada alasan bagi Banten untuk tidak maju dengan segenap modal potensi alam, geografis dan sumber daya manusia yang dimiliki. Yang dibutuhkan Banten hanyalah pemimpin yang baik. Dengan meminjam analog ikan yang dituturkan Bapak Taufiequrrachman Ruki, mantan ketua KPK, kepala ikan tidak boleh busuk supaya ikannya tidak busuk.

***

Sebagai manusia biasa, saya tak luput dari kekurangan dan kesalahan
Hanya kebahagiaanku adalah mengabdi kepada Tuhan, kepada Tanah Air, kepada Bangsa (Sukarno).

Keharuan semakin saya rasa ketika Dedication of Life Presiden Sukarno tuntas saya bacakan di hadapan para peserta yang hadir. Apa yang telah dituliskan Sang Proklamator telah mengajak kita berintrospeksi, semakin menguatkan azam saya untuk terus mewakafkan diri bagi Banten.

Terima kasih Allah. Segala puji hanya milik-Mu.
Terima kasih rakyat Banten,
sehingga saya merasa hidupku membawa manfaat.

 

Rano Karno di HUT 44 PDI PerjuanganRANO KARNO
Calon Gubernur Banten
Masa Bakti 2017-2022

Leave a Reply

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes:

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>